Sabtu, 12 Juli 2014

INILAH WAKTU TERBAIK UNTUK MELOMBAKAN BURUNG MURAI BATU


Sobat Kacau mania, murai batu (MB) adalah salah satu jenis burung kicau yang semakin banyak penggemarnya. Untuk MB yang biasa saja harganya sudah jutaan rupiah, apalagi yang sudah langganan jawara, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Itulah salah satu alasan mengapa banyak pemelihara murai batu bergegas untuk segera melombakan MB jagoannya dengan tujuan menjadi jawara. Tetapi tahukah anda kapan waktu terbaik untuk melombakan burung murai batu? Nah pada kesempatan ini kita akan membahasnya secara detil.
Tetapi sebelum kita membahas lebih jauh tentang waktu terbaik utnuk melombakan burung murai batu, mungkin anda ingin membaca artikel-artikel lain tentang murai batu yang juga cukup penting untuk anda baca. Mungkin anda tertarik membaca artikel-artikel di bawah ini :

Mengapa saya perlu mambahas topik tersebut? Karena ada salah satu sobat kicaukan yang mempunyai murai batu yang masih terhitung muda (karena baru mabung sekali) dan dilombakan. Tak disangka-sangka, MB muda jagoannya menjadi jawara dan mengalahkan MB lain yang sudah jadi/gacor dan lebih tua. Tentu hal itu menjadi janggal karena bagaimana mungkin MB yang masih muda dan baru mabung satu kali menang dalam lomba MB berkelas? Setelah ditelusuri ternyata MB muda tersebut memang terus berkicau sepanjang lomba di lapangan. Tetapi ternyata sebab MB muda tersebut berkicau adalah karena takut, stress, dan tertekan oleh lawan-lawannya. Seorang pakar MB mengatakan bahwa MB yang takut dan tertekan memang selalu bunyi dan berkicau dengan indah tanpa henti. Kesimpulannya adalah MB muda yang menang lomba tersebut ternyata bisa menang karena ketakutan sehingga berkicau terus-menerus dan jadi jawara. 
Inilah Waktu Terbaik Untuk Melombakan Burung Murai Batu
Dan tahukah anda apa yang terjadi pada MB muda yang juara tadi? Selang beberapa hari pasca lomba, MB muda jawara tersebut mematuk-matuk bulunya sendiri, macet bunyi, dan akhirnya mati. Itulah akibat dari stress dan drop yang dialami oleh MB muda tersebut. Dan yang paling menyesal tentunya si pemilik MB tersebut. Nah, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kasus tersebut? Yang bisa kita jadikan pelajaran adalah, bahwa MB tidak boleh dilombakan jika masih belum matang. Karena dampak psikologis akan sangat besar dan membuat MB anda stop bunyi dan stress berat (drop mentalnya). 
Lalu, kapan waktu terbaik untuk melombakan burung murai batu? Saran dari kami adalah anda jangan terburu-buru untuk segera melombakan murai batu anda yang masih muda. Memang setelah mabung pertama, MB memiliki semangat bertarung yang menggebu-gebu tetapi secara psikis ia belumlah matang. Nah, untuk waktu terbaik melombakan burung murai batu adalah setelah mabung ketiga. Kenapa? Karena MB yang telah melalui masa mabung ketiga, akan memiliki mental yang bagus, matang secara psikis, sehingga tidak mudah drop. Bahkan jika anda bersabar dan bersedia menunggu MB sampai mabung ketiga, maka dengan perawatan yang baik maka MB anda bisa jadi juara lebih lama, bahkan sampai puluhan tahun. Ini adalah kisah nyata yang menunjukkan bahwa untuk melombakan MB membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan menunggu usia yang pas/matang. 
Tetapi bagi anda pemilik MB yang masih muda dan sudah tidak sabar ingin menguji mental dan suara MB, anda bisa menyiasatinya dengan 2 cara, yaitu sebagai berikut :
Pertama, ikutkan MB anda dalam latber saja, karena biasanya latber tidak begitu banyak pesertanya, dan kualitas MB pun merata. Ini bisa jadi ajang pemanasan/tes bagi MB anda. Anda bisa menilai dan megevaluasi sejauh mana kemampuan MB anda, dan apa yang perlu dibenahi dan diperbaiki ke depannya. 
Kedua, bisa dengan ngtrek atau gathering MB, namun dengan usia MB yang sebaya. Sebaiknya hindari latber/ngetrek jika ada MB yang sudah dewasa dan gacor/jadi, karena bisa-bisa MB muda anda malah drop dan stress. Karena apa? MB muda bisa saja stress dan macet bunyi jika diperdengarkan suara-suara MB jawara. Jadi sebaiknya hindari MB jawara dari MB muda anda.
Kesimpulannya adalah, untuk melatih mental dan kemampuan murai batu membutuhkan kesabaran dan langkah-langkah pelan namun pasti. Secara logika, untuk menjadikan MB jawara anda harus menapaki satu demi satu tahapan, bukan langsung meloncat ke tingkat tertinggi. Karena jika MB tidak kuat, maka anda akan menyesal di kemudian hari. He..he..he..
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Inilah Waktu Terbaik Untuk Melombakan Burung Murai Batu, semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Melatih burung agar mau makan voer secara total


Burung hasil tangkapan dari hutan atau istilahnya MH (Muda hutan),belum pernah makan voer di alam liarnya.Mereka hanya memakan apa yang tersedia di alam habitatnya.Ada jenis burung pemakan buah-buahan seperti burung Cucak ijo,Cucak rowo dan lain-lain.Ada juga pemakan serangga seperti burung Murai batu,Kacer dan lain-lain.ada juga yang memakan dua-duanya seperti Anis merah,plontang dan lain-lain..
Jika burung yang kita pelihara tidak doyan sama voer,tentu akan sangat merepotkan,menyita waktu,bahkan akan menguras dompet kita.Dan jika kita telat memberikan pakan,bisa-bisa burung akan kembali kepada sang pencipta.
Untuk itu para sobat Burung kicau,kali ini saya akan membahas bagaimana caranya melatih burung agar burung mau makan voer.Berikut tipsnya:
Untuk burung pemakan buah-buahan:
  • Berikan pisang sebagai makanan utamanya.
  • Perkenalkan voer dengan cara menaburkan voer yang lembut ke permukaan pisang yang telah di kupas.
  • lakukan secara bertahap misal hari pertama di tabur sedikit voer,hari kedua di tambahin porsi taburan voernya,hari ketiga tambah banyak voernya dan seterusnya.lakukan hal ini terus-menerus hingga berkurang porsi pisangnya.
  • letakkan tempat pakan berisi voer di bawah gantungan pisang,dengan harapan kalo makanan pisang yang jatuh ke tempat voer akan di makannya.
  • lihat perkembangannya dengan melihat kotorannya.
Untuk burung pemakan serangga:
  • Berilah tempat pakan dengan voer lembut.
  • Kenalkan pada burung tentang voer.Caranya taburkan kroto (telur semut) di atas voer atau bisa juga dengan menggunakan Ulat hongkongsebagai pengganti kroto.
  • Setelah di lakukan seperti itu beberapa hari.Campurkan kroto sama voer dengan perbandingan 3/1.ini bisa di campurkan sedikit air agar kroto benar-benar menyampur dengan voer.
  • Lakukan seperti itu dengan pemberian porsi kroto di kurangi secara bertahap.
  • lihat perkembangannya dengan melihat kotorannya.
  • Setelah benar-benar makan voer tambahlah jangkrik pagi dan sore sebagai kebutuhan gizinya.

Ragam Murai batu Blacktail (Si ekor hitam)



Burung murai batu yang berekor hitam ini mempunyai nama latin Black tailed shama.Banyak kicau mania yang menganggap murai jenis ini semuanya berasal dari pulau nias yang ber propinsi di sumatra utara.Namun sebenarnya banyak di jumpai burung yang seperti ini di wilayah kepulauan mentawai,sumatra barat dan bahkan mencapai beberapa pulau-pulau kecil di daerah aceh.
Dulu burung jenis ini pamornya kalah dengan murai ekor putih lainnya asal sumatra.Namun seiring berjalannya waktu banyak burung dari jenis ini yang mampu menjuarai perlombaan murai batu hingga di tingkat nasional.Diantaranya MB blacktail yang mampu menyabet gelar juara adalah MB Natalia milik Gunawan dari solo,Monster miliknya Erik dari cilacap,dan Gudang peluru milik Yopie dari Purbalingga..
Sejak saat itulah Murai batu BT (BlackTail) mulai naik daun dan harganya pun naik drastis.padahal dulunya burung ini di pandang sebelah mata.
Dan banyak sobat Burung kicau yang memilih burung jenis ini karena harganya masih terjangkau dan cara aman agar tidak terkecoh oleh murai batu ekor putih dari kalimantan,

Berikut adalah macam-macam Murai batu Blacktail:

  • 1.Murai batu NiasHabitat burung ini berada di sumatra utara,khususnya di kepulauan Nias.
    Ekornya terbilang cukup panjang yakni antara 20-26 cm.
    Burung jenis ini ekor keseluruhan warnanya hitam tanpa balak.


  • 2.Murai batu pagai (Mentawai).Murai jenis ini karakterisitik nya sama dengan Mb Nias,di pekirakan Mb jenis adalah mb nias yang di bawa nelayan ke kepulauan  mentawai.atau mungkin sebaliknya.
  • 3. Murai batu Sinabang (Simeleu).
    Untuk murai jenis ini ukurannya lebih kecil dari murai nias,ekornya pun lebih pendek.
    Keseluruhan warna ekornya hitam polos, tetapi ada juga sebagian dari jenis yang mempunyai noktah putih sedikit di ujung ekornya (balak tipis).

  • 4. Murai batu Lasia
    habitatnya berada di daerah pulau Lasia,Aceh.sebuah pulau yang berada di tenggara dari pulau Simeleu. Postur fisiknya seperti murai Sinabang,namun Ukuran Mb Lasia sedikit lebih besar.
    Ekornya juga lebih panjang seperti ekor Mb nias.Tetapi ada noktah putih di ujung ekornya(balak).

  • 4. Murai batu Lampuyang. 
    Burung jenis ini berasal di pulau breuh, daerah lampuyang, Aceh. Mb ini lain dari jenis yang lain yaitu ekornya 3 pasang hitam polos dan 3 pasang lainnya sebetulnya juga hitam polos, namun ada noktah putih yang agak tebal,sekitar 1cm lebih.dan Mb ini sering kali di sebut dengan Balak 6.

  • 5. Murai batu Sabang. 
    Murai jenis ini postur tubuh dan pola ekornya sama dengan jenis lampuyang, akan tetapi panjang ekor dari jenis sabang ini lebih panjang. Dan murai dari jenis ini sudah jarang di temukan alias langka. Jika anda punya Mb jenis ini sebaiknya di budidayakan agar populasi dari murai ini tidak punah.

Cara Menjinakkan Burung yang masih liar





Syarat utama burung gacor adalah jinak dalam artian tidak takut akan manusia.dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.karna bagaimana mungkin burung yang belum jinak atau masih takut sama manusia akan bunyi jika melihat manusia di sekelilingnya,yang akan terjadi adalah burung akan ngeruji atau menabrak-nabrak ruji kandang seperti kesetanan.. Tentu akan kasihan bagi burung itu sendiri dan mungkin akan membuat sobat Burung kicau jadi stres.. hehe..
Biasanya hal itu terjadi pada burung MH (muda hutan) atau hasil tangkapan hutan.lain halnya dengan burung hasil ternakan yang sudah hidup berdampingan dengan manusia.
Kali ini saya akan berbagi tips menjinakkan burung versi saya:
  • Full krodong dahulu selama 1 minggu biar burung dapat beradaptasi atau terbiasa hidup di dalam kotak sangkar,dan terbiasa dengan  tempat pakannya.Sebaiknya burung di taruh atau gantung di dalam rumah saja.
  • Jika burung sudah terlihat tenang,maka setiap harinya tetap di kerodong,tetapi hanya separuh atau berikan sisi celah agar bisa melihat luar.dan mulai gantunglah burung di luar,agar bisa beradaptasi dengan keramaian.
  • mandikan burung peliharaan anda pagi dan sore secara rutin,agar burung merasa relax dan cepat beradaptasi.
  • Untuk burung pemakan serangga.berikan pakan dengan menggunakan tangan secara langsung kepada burung anda.hal ini bisa menggunakan ulat atau jangkrik.. dan untuk pemberiannya itu sendiri sebaiknya di berikan setelah burung di mandikan.karena  pada saat itu burung kedinginan da akan merasa lapar,saat itulah dia agresif dan tidak takut untuk menyantap jangkrik di tangan anda.
  • lakukan terapi mandi malam.. yaitu mandikan burung di malam hari kira-kira jam 9 malam hingga basah kuyub lalu anginkan,ada juga sobat kicau mania yang menggunakan air es.. mandi malam ini mebuat burung menjadi kedinginan dan lebih banyak diam.. di situlah burung mulai mengenal kita dan tidak takut pada kita,karena saat dia diam ternyata kita bukan ancaman bagi dia.. terlebih lagi kita sodorin jangkrik saat dia kedinginan.
Lakukan hal itu dengan penuh kasih sayang dan kesabaran,maka pada akhirnya akan burung akan jinak.lebih khususnya kepada anda sebagai pengasuhnya.Semoga artikel ini jadi bermanfaat,sekian dan terima kasih.

Senin, 07 Juli 2014

Aneka pola rawatan burung cucak ijo jawara

 
Orang bilang merawat cucak hijau itu tak gampang. Terutama menjaga stabilitas performanya. Sesekali nampil optimal, tapi pada lomba-lomba berikutnya lebih sering melempem. Namun, pesona cucak hijau ternyata tetap memikat hati kicaumania.

Terbukti dari jumlah peserta yang nyaris selalu penuh dari lomba ke lomba, bahkan setingkat latber sekalipun. Sebagai gambaran lagi, di Owen Award yang even baru akan digelar pada 3 Oktober yang akan datang, hingga berita ini ditulis, jenis cucak hijau semua kelas  sudah habis terpesan!

Salah satu "kelemahan" dari cucak hijau yang harus dipahami betul di antaranya adalah bulu mudah rontok. Kalau kaget, misalnya saat masih tidur dibangunkan paksa, bulu bisa jatuh. Bila itu terjadi menjelang lomba, biasanya burung juga lantas tak mau kerja.
Sejumlah burung yang awalnya langganan juara, prestasinya kemudian bias terus merosot secara permanen. Kalau sudah begini dan pemilik menyerah, biasanya lantas dilego dengan harga murah.  Contohnya adalah cucak hijau Jamrud, yang langganan juara antara tahun 2007-2008, namun kemudian tidak stabil, lebih banyak tak kerjanya setiap kali dilombakan.

Burung kemudian berpindah tangan ke Marsono, yang tinggal di kawasan Jombor, Jogja. Setelah coba dipelajari, Marsono kemudian menyadari bahwa sang jagoan rupanya jenuh berada di tempat yang sama untuk waktu yang lama, sehingga perlu dipindah ke lokasi atau kamar baru agar mendapatkan suasana yang baru.

Betul juga, di tempat yang baru, sang jagoan menjadi lebih mudah gacor dan gairah untuk bertarungnya muncul lagi.

Ada juga jagoan yang dari sejak dibeli hingga kini tampil cukup stabil, misalnya Presiden-nya Handi Hoho. Namun, belakangan ini Presiden juga mulai masuk rontok bulu sehingga sampai lebaran berakhir, bisa dipastikan Presiden mulai absen dari lomba, kemungkinan sampai bakda lebaran, seperti Owen Award, barulah mulai dicoba lagi untuk bertarung dalam suasana yang baru.

Sementara itu, menurut Mr Gandang yang mengorbitkan Alpacino dan kini juga Alcapone, salah satu resep jitu menjaga stabilitas cucak hijau adalah dengan terus menjaga setiap hari agar birahinya tidak berlebihan.

Kalau birahi berlebihan, sifat tarungnya berlebihan, burung bisa mengejar musuh, lagu bisa putus-putus, atau suara dan power tak keluar, hanya gayanya saja yang tampak dari jauh. "Beberapa waktu lalu saat konsentrasi terpecah karena kita semua lagi demen nonton Piala Dunia misalnya, Alcapone juga sempat beberapa waktu kurang nampil. Namun sekarang setelah saya  konsentrasi lagi dalam merawat dan memantau burung, sudah mau nampil



lagi."

Dwi yang sehari-hari merawat Presiden mengungkapkan, perawatan burung itu sebenarnya biasa saja. Jangkrik misalnya, diberikan pagi dan sore masing-masing lima ekor.

Pisang diberikan terus-menerus setiap hari. Jemur dilakukan pagi setiap dua jam. Mulai Jumat, ditambah ular hongkong. Mandi setiap pagi diberikan pada cepuk, dibebaskan untuk mandi sepuasnya.

"Pada kasus Presiden, burung ini memang figther sekali, panas. Jadi malah harus sering dilombakan. Seminggu atau paling lambat dua pekan sekali harus tarung, kalau sapai telat hingga 3 pekan, biasanya malah 'suloyo' kurang nampil," kata Dwi.

Sementara itu untuk eksfood, bila cuaca mendung cukup dengan 5-10 biji ulat hongkong tetapi bila cuaca panas hanya membutuhkan 5 biji ulat hongkong. Pengontrolan tetap dilakukan, pada burung yang sangat agresif maka harus diberikan buah papaya untuk meredam panas dari ekstra fooding yang berlebihan, cukup hanya kita melihat 10 menit kondisi burung yang akan digantangkan di lapang, bila kurang agresif tinggal menambah fooding yang diperlukan.

Ditempel master

Cucak hijau adalah burung yang pelupa. Untuk memastikan lagu mainan cucak hijau tidak hilang, maka direkomendasikan untuk selalu menempel dengan master, baik selama di kamar sewaktu istirahat, saat dijemur, hingga saat dianginkan.

Presiden misalnya, ditempel master tak cukup satu ekor, tetapi banyak master. Cucak jenggot dan kapas tembak saja empat ekor sendiri, belum jenis yang Iain. Kalau tak mau repot, juga bisa memanfaatkan jasa pemaster elektronik.

Ciri burung prospek

Cucak hijau memiliki sejumlah varian. Cucak hijau asal sumatera biosa dilihat dari body yang berukuran lebih kecil, warna hijaunya juga lebih muda. Sedangkan cucak hijau asal Jawa Timur seperti daerah Banyuwangi, bodi burung lebih besar dan panjang, warna hijaunya lebih tua.

Untuk memperbandingkan burung bakal yang prospek atau tidak, bukan ditentukan berdasar asal habitat tetapi melihat posturnya.

Burung prospek umumnya ditandai oleh bagian atas kepalanya jeprak. Jika bertemu lawan, sayapnya segera bergetar atau ngentrok. Bila ngentroknya hanya setengah, maka burung tersebut punya kebiasan membongkar lagu tetapi bila ngentroknya full biasanya burung hanya memiliki volume yang keras.

Dodi BM pemandu bakat dari Purwokerto yang mengorbitkan cucak hijau Extra Joss, mempunyai kiat-kiat khusus dalam memilih bakalan cucak hijau untuk kontes. Warna bulu, menurutnya, harus yang hijau muda, postur jangan terlalu besar. Pilihlah burung yang mempunyai postur panjang. Bulu kepala usahakan cari yang agak tebal, karena burung dengan bulu kepala tebal biasanya akan dominan saat dilombakan karena burung mudah menjambul.

Jaga kestabilan

Menampilkan burung, di mana saja, ternyata memang tidak bias dipukul rata. Masing-masing memiliki karakter sesuai kondisioning yang dilakukan pada burung itu sejak awal. Yang jelas, penangan perlu ekstra hati-hati terutama saat menjaga kondisi di masa birahi.

Banyak jawara cucak hijau yang prestasinya timbul tenggelam karena tidak bisa menjaga kestabilannya saat burung dalam kondisi birahi. Namun  ini memang tidak berlaku untuk Monster, jawara cucak hijau kepunyaan Hartoyo dari Jakarta.

Dalam kondisi apa pun  prestasinya tetap terdongkrak. Tercatat puluhan kali gelar juara yang dipetik sang gaco di beragam even penting.

"Saya sendiri sampai lupa sudah berapa kali juaranya," ungkap sang pemilik yang kala mentransfernya dari H Irfan Tangerang.

Lantas, bagaimana kiat sang perawat menjaga kestabilannya hingga terus terjaga dengan performa yang sempurna? Padahal menurut Yudi, perawatnya, penanganan kesehariannya sangat sederhana.

Tidak perlu menggunakan kandang umbar, eksfood juga cukup jangkrik 5-5 ekor setiap harinya ditambah 2 ekor ulat bambu di siang harinya. Untuk kebutuhan buah diberikan pisang kepok diselingi apel merah. Kecuaii hari Senin, diberi papaya. "Untuk menurunkan birahinya agar jangan terlalu tinggi," kata sang perawat.

Keseharian burung ditempel parkit, dengan suara cerecetan panjang. Ini disesuaikan dengan lagu dasarnya yang memang nyerecet panjang. Beres mandi,   burung dijemur cukup 2-3 jam.

Untuk setting lapangan juga tidak perlu repot. Cukup ditambah eksfood jangkrik 5 ekor jangkrik, total jadi 15 ekor berikut ditambah sedikit kroto. Sebelum digantang burung di obok tangan, digoda agar terpancing birahinya naik. Setelah itu langsung digantang. Begitu ketemu lawan, burung langsung nge-figh, dengan materi lagu yang super komplet mulai dari isian srindit, tembakan celilin hingga lagu dasar parkit didukung volumenya yang tembus semakin mempertajam tonjolannya di lapangan.

Bahkan, kondisi lapangan tidak mempengaruhi sang jawara dalam aksinya ketika ketemu lawan. Baik lapangan terbuka maupun bertenda, Monster tetap on fire ketika dikepung lawan. Justru tipe lapangan bertenda, menurut pemiliknya, yang paling disukainya.

Yang penting, kondisi burung dijaga dengan tidak menurunkannya setiap minggu, cukup selang-seling, dua pekan sakali. Itupun hanya di even-even penting.

Lain halnya dengan cara perawatan Monster, lain pula cara yang dilakukan Rusdy Bintaro. Ya, bicara cucak hijau blok barat, tidak lepas dari nama Rusdy Bintaro. Dari tangannya banyak burung cucak hijau mencorong di tangga juara, sebut saja seperti Mezzo milik Raymond Bachtiar yang hingga saat ini prestasinya masih di peringkat atas. Ada juga nama lain seperti Obama, Geger, Green Peace, Bandit, Prahara, dan yang sekarang sedang diorbitkannya adalah Kharisma.

Bagaimana kiat Rusdy, mencetak beberapa calon gaconya hingga bisa moncer di tangga juara? Di kediamannya saat ini sdi kawasan Bintaro sedikitnya ada 6 ekor cucak hijau orbitannya dalam satu rumah petak khusus burung. "Yang penting, jangan saling melihat satu sama lainnya, baik saat mandi maupun dijemur," jelasnya.

Bahkan untuk menjaga kondisi burung agar jangan sampai terkena masa birahi akibat pengaruh burung lain, dia juga pantang cucak hijau saling melihat dengan burung lainnya, baik itu sejenis maupun burung isian. Jangankan burung sejenis, burung gereja liar saja jangan sampai mengganggu sehingga membuatnya jadi birahi.

Begitu dikeluarkan pagi burung langsung masuk bak mandi. Satu persatu burung dimandikan. Tanpa saling melihat. Beres mandi, burung di jemur dengan penempatan berjauhan. Untuk penjemuran dia kerap memafaatkan rumah tetangganya untuk numpang nitip jemur, agar saling berjauhan satu sama lain tidak saling melihat.

Masa penjemuran juga tidak terlalu lama, paling banter sampai pukul 10 pagi. Sedangkan untuk kebutuhan eksfood jangkrik disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing burung. Karena satu sama lain memiliki karakter berbeda. Ada yang satu hari jangkriknya diberikan lebih dari 10 ekor tetapi ada yang kurang dari itu.

Begitu juga pemberian ulat maupun krotonya ada yang diberi ulat hongkong juga ada yang hanya diberikan sedikit kroto. Yang penting kebutuhan buahnya tetap terpenuhi sebagai pakan utama selain voer.

Perbedaan penanganan ini juga dalam hal kandang umbar. Ada yang mau diumbar bahkan ada yang diumbar tapi justru kerja lapangannya kurang maksimal. "Tergantung karakter dan kebiasaannya," kata Rusdy.

Khusus kandang umbarnya ini memang antik, sesuai jenis cucak hijau yang memiliki kebiasaan terbang vertical ke atas, kandang pun dibuat lebih tinggi. Ukuran lebar cukup 1,5 meter x panjang 2 meter x tinggi 2,3 meter. Posisi tangkringan di tempatkan di bawah dan atas. Penempatan umbaran relatif.

"Posisi umbaran sengaja dibuat terbang dari bawah ke atas atau sebaliknya, jenis cucak hijau kan berbeda dengan murai atau kacer yang terbang mendatang," jelasnya lagi.

Tapi untuk cucak hijau yang baru mulai belajar diumbar harus melalui tahapan, dengan cara menempatkan posisi tangkringan diatur tidak langsung atas bawah. Intinya, mengorbitkan cucak hijau jawara menurut Rusdy adalah dimulai dari kualitas burung itu sendiri. Terutama materi lagu maupun kualitas volumenya.

Setelah itu, rawatan harian hingga perawatan H-1 menjelang lomba juga perlu perhatian sesuai karakter burung. Setelah itu juga setting lapangan hingga setting menggantang burung di lapangan. "Untuk ini masing-masing burung berbeda, ada yang harus diobok-obok dulu sebelum di gantang dan lainnya," ungkapnya.

Hindari rontok total

Apa yang terjadi jika cucak hijau dengan sengaja dirontokkan oleh pemiliknya. Maka yang terjadi kemudian cucak hijau stress dan rusak. Ya, cucak hijau yang dirontokkan dengan sengaja biasanya sulit sekali ditampilkan seperti sedia kala. Bisa membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk bias pulih.

Anehnya cucak hijau yang bagus di lapangan biasanya cucak hijau yang dalam kondisi sedikit rontok. Kondisi ini sebagai pertanda bahwa cucak hijau dalam kondisi top performa. "Cucak hijau yang sedang fit akan ditandai dengan rontok bulu sedikit-sedikit," tutur Silas, pemandu bakat burung khususnya cucak hijau.

Beberapa pantangan buat cucak hijau, lanjut Silas, selain tidak boleh dirontokkan dengan sengaja juga sangkar tidak boleh diganti-ganti. Kalau sangkar yang sudah biasa dipakai tiba-tiba diubah, maka burung tersebut akan langsung macet. Hal yang juga mesti diperhatikan bagi pemain cucak hijau, untuk mempertahankan perfoma, jangan memelihara hanya satu ekor cucak hijau.

Cucak hijau, kata Silas punya karakter yang

unik. la butuh gandengan selama di rumah. "Sebaiknya pelihara 2-3 ekor," ungkap Silas. Cucak hijau yang jarang digandeng akan terbiasa tertidur di siang hari dan menambah kemalasannya.

Namun, lanjut pria yang tinggal di Sanglah Denpasar ini, cucak hijau di dalam rumah mesti selalu dalam kondisi dikerodong. Tidak baik dua atau lebih cucak hijau dibiarkan terbuka sepanjang hari. Hal ini akan menumpulkan sifat tarungnya. Jika dalam kondisi dikerodong dan sesekali dibuka sesuai waktu saat lomba, maka semangat tarungnya akan tumbuh.

Sementara untuk makanan, cucak hijau tidak perlu ditakar. Terlebih lagi menjelang lomba, cucak hijau butuh ekstrafod jangkrik sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mau makan maka akan semakin bagus penampilannya di lapangan. Terkadang kesulitan untuk memberikan makanan karena sesuatu sebab. Karena itu, perawatan harian akan menentukan kelahapannya ketika menjelang lomba. "Cucak hijau mesti dimandikan dulu baru dijemur dan tidak dianjurkan sebaliknya," tutur Silas.

Pilih bakalan

Sementara itu seorang pengulak burung di Bali, Naryo, memberi tips cara membeli cucak hijau untuk para penghobi lomba. "Beli burung setengah jadi atau beli di latberan," papar Naryo.

Burung setengah jadi, biasanya sudah teruji aman jika digandeng dengan burung lain. Berbeda dengan bakalan yang membutuhkan proses pendewasaan dan pelatihan turun ke lomba.

"Toh begitu, jika di pasar ada bakalan yang bagus saya juga ambil," papar Naryo.

Memilih bakalan cucak hijau, menurut Naryo perlu ditekankan kepada dua hal, yakni mental gandeng dan mau ngentrok. Biasanya warna hijau pupus atau hijau muda lebih memilki karakter tarung dibandingkan dengan cucak hijau berwarna hijau tua.

Soal lagu bisa dengan mudah diisi. Hal yang penting adalah bagaimana agar cucak hijau mau digandeng dengan musuhnya. Cucak hijau seperti ini biasanya punya karakter tersendiri dan bisa dicermati ketika digandeng di pasar.

Sepintas, bakalan yang bagus akan memperlihatkan karakternya ketika digandeng termasuk juga ngentroknya walaupun hanya sesaat. "Tidak semua cucak hijau punya mental gandeng," papar Naryo.

Begitu juga dengan bentuk tubuh cucak hijau, menrut Naryo tidaklah menentukan. Sebab, dari pengamatannya, banyak cucak hijau bertubuh kecil bisa tampil di lapangan. Sebaliknya cucak hijau yang bertubuh besar malah terkadang kurang mau tarung.

Sementara itu berdasar pantauan Agrobur, harga bakalan cucak hijau di Bali jauh lebih murah dibandingkan di Jawa. Di pasar burung Bali, harga bakalan cucak hijau berkisar 500 ribuan, sebaliknya di Jawa sekitar 700 ribuan. Namun untuk setengah jadi, di Bali bisa menembus 700 ribuan.

Meski lebih murah, tidak sedikit pemain atau pengulak Bali membeli bakalan ke Jawa. Bahkan dibandingkan membeli bakalan, akan lebih praktis memilih setengah jadi di latber-latber di Jawa dengan harga berkisar 900 ribuan.

Rawatan burung di Bulan Puasa

 









Memasuki Bulan Ramadhan pastilah ada perubahan "pola hidup" harian para penghobi burung yang menjalankan ibadah Puasa. Karena itu pula, ada sedikit perubahan dengan pola rawatan harian burung-burung momongan. Ya tak masalah kalau begitu....

Justru selama Bulan Puasa ini, seharusnya burung-burung "sempat" menikmati pengembunan begitu sang majikan selesai sahur. Dengan pengembunan, burung bisa menjadi lebih fresh dan menjadikan burung semakin gacor. Meski demikian, dalam hal pengembunan perlu hati-hati dan perhatikan kondisi burung bersangkutan.

Oke sobat, berikut ini beberapa tips melakukan perubahan perawatan burung selama bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa.

1. Keluarkan burung lebih dini dari biasanya dan usahakan mendapat sinar matahari sedini mungkin. Jadi, jangan karena kita langsung tidur setelah salat Subuh lantas burung terlambat dijemur atau dikeluarkan.

2. Memandikan burung, membersihkan sangkar dan wadah pakan serta mengganti pakan bisa dilakukan pada sore hari. Namun pada pagi hari atau setelah kita bangun tidur kesiangan (hehehe) air minum tetap perlu diberi yang segar. Demikian pula halnya dengan EF buah, diberikan pada pagi hari dengan asumsi buah masih dalam kondisi segar.

3. Pemberian serangga, kroto, jangkrik, ulat dan cacing  bisa dilakukan dengan porsi lebih banyak pada sore sekitar satu jam sebelum kita berbuka puasa. Dan pemberian porsi pagi setelah kita bangun tidur bisa diberikan lebih sedikit ketimbang porsi sore.

4. Untuk mengurangi stress pada burung karena perubahan "pola hidup", Anda bisa memberikan vitamin dan mineral, misalnya BirdVit dan BirdMineral.

5. Lebih dari semua, meski kita agak ogah-ogahan merawat burung, jangan lupa tetap melakukan sanitasi sangkar dan semua peralatan sekaligus burungnya dengan obat semprot antiparasit dan jamur seperti FreshAves. Pastikan pula pemberian obat cacing tidak kelupaan. Parasit, jamur dan cacing serta hama pengganggu burung lainnya, biasanya baru kita sadari bahayanya setelah burung menderita sakit atau malah sudah tidak tertolong lagi. Untuk referensi, ingat-ingat untuk melihat seluk beluk sumber penyakit burung di sini.

Tips pengembunan agar burung aman sentosa selama bulan Puasa:

1. Embunkan burung di bagian timur rumah atau di tempat burung bisa mendapat sinar matahari pagi seawal mungkin.

2. Embunkan hanya burung-burung yang benar-benar dalam kondisi sehat. Burung dengan gejala sakit, apalagi sakit pernafasan bagian atas, jangan diembunkan terlalu dini sebab udara dingin akan menyebabkan  sakit semakin menjadi-jadi.

3. Jika pengembunan sejak hari masih gelap, pastikan aman dari jarahan tangan-tangan jahil dan juga hewan predator seperti kucing, tikus,  anjing dan lain-lain.

Yang penting dan utama tentunya adalah boleh saja kita ubah pola hidup burung, tetapi jangan sampai mereka kita paksa juga untuk ikut berpuasa hehehehe....

Oke sobat, demikian sekelumit obrolan mengawali Bulan Puasa kita kali ini.

marhaban ya ramadhan 1435 hijriah . JBC

Burung-burung pasar yang namanya melejit di arena lomba..


MODAL INSTING. Bukan semata-mata isi kocek."]







BURUNG PASAR. Jadi jawara nggak harus mahal.
"]



JUARA NASIONAL Asal muasalnya dari burung pasar."
]



 burung sehat dengan perawatan konsisten akan menghasilkan burung yg berkualitas













Burung juara nan istimewa umumnya diidentikkan dengan burung yang harganya mahal, seringkali tidak masuk akal dan tidak kebayang banget. Jadi, hanya mereka yang berduit lebih yang bisa mengoleksi burung juara dan stabil tampilnya. Logika di atas tentu tak salah, tapi juga tak sepenuhnya benar. Ternyata, ada juga, bahkan tak sedikit, kicaumania yang berburu jagoan prospek, belum tampak di lapangan, atau baru mau muncul sudah langsung "ditubruk" sehingga harganya masih miring.


Kalau pinter dan kuping tajam, kita bisa mendapatkan burung sang prospek saat masih di rumah atau pemiliknya mungkin bukan pelomba sehingga tak sadar bila burungnya bisa dibandrol sangat mahal. Atau ketika burung masih digantung di kios burung, entah kios lepasan maupun kios di pasar burung. Meskipun sang bakul mungkin tahu lomba, ada peluang sang bakul tidak minta dengan harga mahal sekali.

Ada yang mendapatkan burung yang kemudian menjadi jagoan terkenal dengan harga ratusan ribu rupiah, hingga beberapa juta rupiah. Yang jelas, belum sampai puluhan juta. Salah satu contohnya, Handi Hoho mendapatkan cucak hijau Presiden dengan harga "hanya" 5 juta rupiah, saat mengikuti latber di Pasar Plembon, Klaten. Di tangan Hoho, Presiden sangat stabil, langganan juara, dan tentu saja menjadi not for sale, atau kalaupun di lepas, pasti harganya tak terbilang.

Masih dari Klaten, H Suwadi, juga sangat jeli dalam memburu calon jagoan, khususnya jenis murai batu, kacer, dan kenari. Gurita, murai batu juara 2 di Gubernur Cup Jawa Tengah (18/7), dibelinya dengan harga 800 ribu rupiah. Setelah itu, Suwadi kembali mendapatkan jagoan seharga 1,3 juta dan sudah mendapatkan bendera nominasi saat diikutkan di Janoko Cup Jogja (15/8).

Ovan dari Jogja ternyata juga mendapatkan cucak hijau Marvel yang begitu flamboyan, antara lain menjadi juara di Bali Shanti, di pasar burung dengan harga hanya 850 ribu rupiah. Bahkan cucak jenggot Fortuner, kini milik Bismo, yang menjadi juara di Bali dan Piala Raja, dulunya juga didapat Bang Bajil di pasar burung Magelang.

Resep

Salah satu resep "rahasia" mengincar burung juara atau prospek juara di rumah, pasar burung, atau di latihan, adalah harus teliti, telaten, dan sabar. Insting pemburu harus benar-benar dilatih.

Kita juga harus hapal jadwal pasar burung tradisional, yang biasanya punya hari pasaran sendiri-sendiri, seperti Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan seterusnya. Di beberapa tempat, ada semacam gantangan yang biasa dipakai untuk melatih bersama-samai atau di beberapa tempat disebut sebagai gantangan bursa.

Misalnya di Pasar Burung Pedan, Klaten, yang hari pasarannya adalah Wage. Dari pasar ini, sejumlah burung juara memang sudah sering dimunculkan. Di sini, sekarang juga sudah banyak hunter yang bermata tajam dan bertelinga lebar.

Nugroho anak didik dari Mr Suwadi Klaten yang mengorbitkan murai batu laba-laba memilih burung dipasar tradisional hanya melihat dari segi karakter saja, yang dipastikan burung tersebut sehat, tidak cacat, volume keras, roll panjang, speed rapat.

Jika kita bertemu kriteria di atas, kemudian burung kita coba di lapangan, asal burung tersebut tidak kelaparan, pasti mampu kerja dengan baik, walau tanpa setelan yang maksimal.

Burung yang didapat dengan melihat karakter tersebut di atas misalnya murai batu Tes Pen-nya Friday Timbul Artha. "Saya dulu beli hanya satu juta perak, kemudian pindah tangan ke Tony KP dengan bandrol 30 juta. Di Piala Raja kemarin masih masuk 8 besar, namanya Willys 08," kata Friday TA.

Yang lebih murah lagi juga ada. Bayu Jember mendapatkan jagoan lovebird Untul hanya 150 ribu, sementara lovebird Awon juga hanya dibandrol 450 ribu dari tangan Subur atau Burwanto Depok Solo. Demikian juga dengan lovebird Kendil Mas, dapat di Pasar Depok Solo, juga dengan harga murah.

Begitu juga Supri, spesial kenari dan kacer, yang di rumahnya juga menjadi breeder kenari, mengaku ada beberapa jagoan kacernya berasal dari pantaun pasar.

"Kacer Himalaya yang sekarang sudah di tangan Pak Edy PLN yang juara 3 dan 4 di PBI Sragen itu asalnya burung dari Pasar Pedan", jelas Supri.

Friday yang pengembar berat burung jenis murai batu hampir semua jagonya berasal dari pantaunya di pasar. Kini banyak jagonya yang sudah punya nama sebut saja Jendral, Mayor, Tespen ketiganya asal usulnya burung dari pasar. Kini hanya Jendral yang masih ada di tangan Friday dan kondinya sedang mabung.

Moyor dan Tespen sendiri sudah lama pindah tangan. "Tespen dibeli Tony KP 30 juta dan kemarin di Piala Raja masuk 8 besar, tapi namanya sudah diganti Willis 08," jelas Friday.

Dari Muntilan misalnya, ada Manto yang majikan anis kembang Valentino. Ania kembang ini hampir tiap pekan diturunkan di arena lomba dan hampir dipastikan pulang membawa gelar juara. "Valentino kita beli asli dari pasar Muntilan seharga Rp. 1,25 juta, kita lihat memiliki speet rapat dan juga ngerol. Saya ambil saja. Tiga bulan dipoles di rumah dan kita cas dengan anis merah perempuan. Pertama di coba di Latberan kerjanya benar-benar edan dan langsung juara satu,” kata si majikan.

Sudah banyak prestasi yang diukir Valentino. Di antaranya juara 5 di Kapolri, juara 5 di Valentin dan juara 2 di Trah Abe.

Sebelumnya, Manto juga punya jago anis merah, Anak Muda, yang dibelinya di Pasar Muntilan sejak trotol seharga Rp. 500.000.

Setelah usia 9 bulan dicoba di arena lomba Temanggung Bersatu dan mendapat gelar juara 1. Karena ada yang meminatinya dan harga cocok, burung itu laku Rp.17,5 juta.

Bang Bajil dari Jogja yang pertama kali memiliki cucak jenggot Fortuner, yang sekarang sudah milik Bismo, juga mendapatkan burung itu di pasar.

"Fortuner dulu saya dapat dari Pasar Magelang.  Waktu itu saya dengar burung ini memang memiliki bunyi aneh ketimbang burung-burung yang lain, makanya saya berani mahal 3 juta. Padahal rata-rata di pasar harganya kisaran 200 - 500 ribuan kala itu," jelas Bang Bajil.

Gacoan berharga miring tapi dengan prestasi berlimpah, juga bisa dilihat pada cucak jenggot Anak Mas milik Mr Johan Banjarnegara. Raihan prestasinya sudah tak terhitung lagi. Bahkan sering menang nyeri, bilamana panitia membuka dua kelas jenggot. Even di blok tengah dan barat, sudah pernah disambanginya dengan hasil yang memuaskan.

Burung yang didapat dari saudara Zezen BM, salah satu penjual burung prospektif yang buka kios burung di Jl. Tirtosari sebelah timur kantor Polres Banjarnegara, tak disangka-sangka akan terus melambung namanya seiring prestasi yang diraihnya.

Rata-rata burung yang dijual pedagang itu masih tergolong bakalan, namun bakalan yang berkualitas. "Pertama mendapat Anak Mas, saya langsung optimis kalau burung ini bisa diandalkan untuk mendulang prestasi. Soalnya, kualitas yang dimiliki sangat komplit. Volume keras, speed rapat, dan lagu isian tanpa ada suara cucak jenggotnya," tutur Zezen BM.

Tidak mudah




Udin Parung"]

'




Mencetak burung jawara di lapangan memang tidak mudah. Apalagi kalau burung didapat dari pasar, sering dianggap tidak mungkin untuk bisa berpresatasi di arena lomba dan karenanya akan sangat kecil peluangnya.

Tapi, coba dengar cerita Udin Parung. Ia mampu menepis anggapan bahwa burung pasar tidak akan pernah bisa.berprestasi di lapangan.

Buktinya, kicaumania asal Tangerang ini mampu mencetak beberapa burung potensial dan berprestasi di berbagai lomba di blok barat yang didapatnya dari kios dan pasar burung. Seperti, Bejo, Super Star dan Ducati di kelas anis merah dan Ronggeng dikelas cucak ijo.

Bejo yang saat ini berada ditangan Mr Oda mampu tampil mencorong di berbagai lomba di Jabodetabek. Begitu pun dengan Ducati dan Super Star.

Burung polesan Udin Parung ini didapatkan dari Pasar Burung Cikupa. Bahkan, setiap kali tampil, kedua burung tersebut selalu berada di posisi puncak.

Selain anis merah, Udin Parung pun mempunyai salah satu burung handal di kelas cucak ijo yang prestasinya cukup mumpuni. Seperti Ducati dan Super Star, Ronggeng burung potensial di kelas cucak ijo pun dia dapatkan di Pasar Burung sekitar daerah Parung, Tangerang.

Menurut Udin, untuk mendapatkan burung tangguh dari kios dan pasar burung harus melihat dari katurangganya. Bila sudah terlihat katurangganya serta sesuai dengan karakter burung maka burung tersebut bisa berpresatsi di lapangan. Tentunya, setelah memboyong burung dari pasar dan cocok untuk dikoleksi, pola perawatan dan stelan burung pun disesuaikan dengan pola perawatan yang selama ini dia gunakan.

Seperti biasa, pola perawatan kesehariannya pun cukup sederhana. Setiap pagi, pukul 07.30, beberapa burung potensialnya dikeluarkan untuk melakukan aktifitas mandi. Setelah itu, baru dijemur selama 2 jam dan diangin-angin sebetar sebelum dimasukan ke kandang harian. Selama penjemuran, biasanya Udin Parung memberikan extrafooding berupa jangkrik sebanyak 3 ekor. Kemudian sore harinya, Udin memberikan extrafooding sebanyak 3 ekor lagi.

Untuk menambah stamina, menu lainnya pun seperti buah pepaya dan pisang kapok diberikan secara bergantian.

Bertutur tentang Ronggeng, burung yang didapatnya berdasarkan feeling saja itu, dia perkirakan bakal bisa menjadi ancaman burung papan atas di kelasnya. "Saya beli burung ini di bawah satu juta, namun sekarang sudah mendapat penawar di atas Rp10 juta," kata Udin kepada Agrobur.


Di Bekasi



Tirta Bekasi"
]


Sementara itu Tirta, kicau mania yang biasa menggunakan bendera 1168 SF Bekasi, punya cerita yang hampir sama.

Menurut dia, membeli burung prospek tidak hanya di arena lomba ataupun latber. Setidaknya dia punya contoh dua kacer jawaranya, Black Zombie dan Rasdan.

"Ya, saya dapat burung itu memang dari kios," tandasnya mantap tanpa sungkan.

Meskipun kedua burung yang belakangan jadi dua gaco andalannya ini didapatinya di kios, bukan berarti dia tak mampu membeli burung di lapangan. Dari total 6 ekor jawaranya, dua ekor tadilah yang didapatkannya di kios. Jagoan lainnya seperti Rinjani dia beli di lapangan. "Beli di lapangan maupun kios atau lomba, sama saja. Yang penting kita jeli," ungkap pria muda yang juga usahawan di bidang peternakan sapi ini.

Lantas, bagaimana kiat Tirta membidik kacer di kios yang belum tampak kinerjanya? Nah, dia lebih mengandalkan feeling khususnya pada patokan katuranggan burung yang dipantaunya.

Gambaran dasarnya, dia lebih memfokuskan pada bagian permukaan burung dengan diamati dimulai dari alisnya yang tebal. Jika ada bulu tempurnya, maka menandakan burung tersebut fighter. Soal kaki, dia pilih yang warna hitam pekat. Namun demikian diakuinya, ciri fisik memang tidak sepenuhnya menandakan kebenaran bila tidak didukung dengan mendengar suara secara langsung.

Biasanya, dia mencobanya dengan cara mentreknya dengan 3-4 ekor burung. Bagaimana perilakunya saat bertemu lawan hingga variasi lagu maupun tembakannya, perlu dilihat.

"Diusahakan ya kita pilih yang ngeroll-lah, sesekali nembak. Tinggal kita melengkapi variasi lagu lainnya," ungkapnya.

Setelah dibeli, burung kemudian dikondisikan. Yang lazim dilakukannya adalah burung dibikin mabung terlebih dahulu. Kroto diberikan full, juga jangkriknya.

Lewat proses masa mabung, maka kita akan mudah dalam menyeting pola pakannya. Atau dimulai dari titik nol lagi. Bahkan khusus Black Zombie, dia butuh waktu 6 bulan hingga burung mencapai kondisi top formnya.

Di saat pasca mabung itulah, stelan burung mulai ditata mulai dari pola eksfood jangkrik, kroto hingga ulat bambu, dan juga pola mandi dan pola waktu jemurnya. Untuk kebutuhan eksfood biasanya dia memberikan takaran dasar standar 5-5 ekor jangkrik. Pemberian kroto dilihat dari koridisi burung, Pun halnya dalam pemberian tambahan ulat bambu ataupun ulat hongkong.

Untuk kebutuhan mandi juga dipantau, cocoknya jam berapa burung sudah harus mandi, begitu juga penjemuran idealnya. Bahkan untuk mandi, disesuaikan kemauan burung. Khusus Black Zombie misalnya, justru lebih stabil kinerjanya di lapangan saat mandinya di malam hari. Biasanya dia menjemur tidak lama, 2-3 jam saja. Sesekali burung masuk kandang umbaran. Tambahan materi lagu atau isian bisa didekatkan ke burung colibri sebagai variasi suara burung. Juga didekatkan dengan burung pentet gacor sebagai tambahannya.

Nah jika burung sudah siap, bisa dicoba di latberan. Di sini dilihat apakah setingan sudah cocok atau belum. Kemudian dianalisis dan dicobakan pada latber berikutnya hingga ketemu setingan yang cocok dan pas.

Jadi beli burung di kios maupun dari lapangan tak masalah, buktinya kedua gacoannya bisa malang melintang meraih kemenangan di beragam even di Jabodetabek bahkan di Piala Raja masuk diposisi tiga besar.

Perlu kepintaran



Ibnu Nawawi Bali"]
Berburu gacoan di pasar burung atau outlet-outlet burung di pinggir jalan membutuhkan kepintaran tersendiri bagi si pembeli. Tanpa berbekal pemahaman perihal ciri-ciri bakalan yang bagus, tak akan bakal menemukan jago yang diinginkan. Padahal pasar burung sebenarnya bak permata di dalam lumpur, gudangnya bakalan-bakalan lomba yang membutuhkan cermatan orang-orang yang jeli memilih dan mengasahnya.

Nah ini lagi-lagi contoh jago yang moncer dan berasal dari pasar. Di Bali, anis merah Raja Semper yang pernah menjuarai final Jalak Bali Cup merupakan burung Pasar Sanglah. Love bird milik Dedi Bali berselang dua minggu diambil di pasar Sanglah dengan harga cuma 300 ribu juga berhasii menjuarai kelas love bird di Bali.

Ada lagi kenari-kenari yang seringkali diorbitkan oleh Ibnu Nawawi yang tinggal di Pasar Sanglah. "Kenari dan love bird lebib cepat bisa dikondisikan setelah diambil dari pasar," kata Ibnu.

Sedangkan burung-burung jenis lain, seperti anis merah, cendet, cucak hijau, tledekan, murai batu perlu mengalami proses rontok bulu dulu sebelum bisa dikondisikan secara sempurna.

Rata-rata burung pasar tetap butuh penyesuaian tangan majikannya dan lingkungan tinggalnya. Orientasi itu akan lebih baik dan mudah jika melalui masa rontok bulu terlebih dahulu. "Pasalnya saat rontok akan menjadi mudah untuk mensetup ulang," tambah Awi.

Berbeda dengan jenis kenari dan love bird. Awi yang sering nongkrong di pasar burung Malang jika mencari bakalan lomba atau terkadang datang ke peternak rumahan, hanya butuh sebulan untuk mengkondisikan sampai turun lomba. "Untuk mengintensifkan perawatan menjelang lomba paling butuh waktu seminggu lagi dan sudah langsung bisa dilombakan," ungkap Awi.

Memilih bakalan di pasar, kata Awi, memang harus tahu ciri burung yang bagus dan punya prospek ke depan. Sebut saja kenari. Selain mentalnya kelihatan lebih dibanding lainnya, juga didengar lagu yang dibawakan. “Mesti sesuai dengan pakem yang kita cari. Walaupun hanya dikeluarkan sebentar, itu sudah cukup dan tinggal memoles sedikit.”

Burung yang dijual di pasar, kata Awi, tidak akan terlihat istimewa. Hal ini disebabkan kondisi pasar yang tidak memungkinkan. Namun, bagi yang jeli melihatnya, tidak sedikit burung-burung pasar punya masa depan. Terlebih lagi kini banyak sekali penghobi rumahan yang menjual atau nitip burungnya ke pasar atau outlet yang terkadang punya dasaran berkualitas. Artinya, tinggal butuh rajin nongkrong di pasar saja jika kepingin mendapat burung bagus dengan barga miring.


Ada burung yang eks juara dijual murah di pasar lantaran tidak bisa ditampilkan kembali, namun tidak sedikit pula burung eks juara itu bisa tampil lagi di tangan perawat lain. "Keistimewaan belanja di pasar, harganya jelas lebih murah dibandingkan dengan berburu burung di latber, apalagi di lomba,” tegasnya. (Agrobur)